Senin, 03 Oktober 2011

Cinta Itu...

Diposting oleh Gasita P. Sari Utami di 16.28 0 komentar
Sampai saat ini aku nggak tau persis apa itu cinta. Banyak orang bilang jika cinta itu datang bukan lewat mata tapi dari hati. Tapi ada lagu yang liriknya: Cinta datang dari mata turun ke hati. Aaaah, yang jelas cinta itu nggak datang dari fisik semata tapi juga dari hati. Itu sih kata orang-orang bijak. Namun aku merasa selama ini menyukai seseorang selalu dari fisik dulu barulah masuk ke hati. Jadi, apakah cinta-cintaku yang semula aku anggap cinta itu benar-benar cinta???

Persis seperti tingkah laku orang pacaran di mal. Mereka salaing gandengan tangan, saling menatap mesra satu sama lain, dan mengisyaratkan jika dunia ini hanya milik mereka berdua. Namun justru ini yang membuat aku bertanya-tanya. Apakah mereka benar-benar mencintai satu sama lain??

Karena terus terang saja aku iri! Aku iri karena orang-orang itu seakan telah menemukan pasangannya masing-masing. Mereka telah menemukan seseorang yang "mamblas" cinta mereka.

Tapi, apakah benar pasangan-pasangan yang sering mempertontonkan kemesraan mereka di muka umum itu memiliki perasaan cinta satu sama lain. Kemesraan yang seringkali membuat manusia-manusia di sekitarnya menangis darah karena iri. Iri karena kisah cintanya tak dapat dipamerkan ke banyak orang. Iri karena seakan segalanya bertentangan. Di sana ada sepasang kekasih yang saling mencintai dan dia di sini sesorang berdiri sendirian. Pahit!

Pemandangan yang biasa apalagi buat orang yang lagi pacaran. Namun menjadi tak biasa untuk orang yang memang sudah ditakdirkan untuk menyesapi unrequited love. Melihat adegan seperti itu rasanya sakit banget. Seperti ada semut yang menggigit jantung kita. Nyeri. Menyakitkan. Namun nggak ada yang bisa mengobatinya selain waktu. Waktu yang berjalan, kadang bisa satu jam, satu hari, satu bulan, bahkan ada yang butuh waktu bertahun-tahun untuk sembuh dari penyakit itu.

Cinta itu butuh waktu. Butuh waktu untuk mencari, butuh waktu untuk mendapatkan, butuh waktu untuk menjaga, dan butuh waktu untuk melupakan. Begitu pun pengertian akan cinta juga butuh waktu. Karena cinta itu penyakit menular yang mengasyikkan. Sama seperti pada penyakit pada umumnya, virus cinta juga butuh waktu untuk menggerogoti tubuh kita. Awalnya kepala cuma pusing karena kebanyakan mikirin si Dia, nafsu makan berkurang karena nggak ada waktu untuk makan lantaran mikirin si Dia, kantung mata menghitam karena kurang istirahat yang lagi-lagi karena masih mikirin dia, dan membuat badan jadi kurus akibat jarang makan dan kurang tidur.

Cinta itu adalah rasa pengen tau. Pengen tau gimana kabarnya, pengen tau dia sudah makan atau belum, pengen tau dia tidur jam berapa malam ini, pengen tau dia pakai baju apa, pengen tau apa yang dilakukannya sekarang, pengen tau seberapa besar cintanya untuk kita. Pokoknya ingin tau segalanya tentang dirinya. Ini karena pengaruh feromon.

Cinta itu adalah rasa cemas tiada henti. Cemas nungguin balesan SMS dari dia, cemas mikirin kabarnya, cemas nungguin dia di tempat janjian, dan cemas dengan siapa dia pergi hari ini.

Cinta itu menunggu. Seperti Cinta dengan setia menunggu Rangga pulang dari Amerika. Walaupun lama, berat, dan penuh godaan, Cinta dengan teguh tetap menunggu Rangga. Hanya karena dia dititipin bukunya Rangga dan disuruh ngebaca halaman terakhir yang berisi puisi.

Cinta itu pun menunggu. Terus menunggu walaupun cinta itu tak kunjung datang. Terlihat bodoh, tak berguna, dan buang-buang tenaga. Apalagi saat cinta itu memang tak nyata. Cinta yang dari awal sudah salah dan berakhir dengan masalah. Seperti cintaku untuk dia yang hanya sia-sia dan tak berguna.

Cinta itu berbahaya. Berbahaya karena cinta itu adiktif. Perasaan ini muncul karena di dalam tubuh diproduksi beberapa zat tertentu yang sedikit membius otak dan efeknya bisa disamakan dengan efek narkoba, seperti mainan PS yang bikin ketagihan. Sekali jatuh cinta pasti menginginkan jatuh cinta lagi walaupun seringkali berakhir menyakitkan. Cinta juga berbahaya karena efeknya juga bisa bikin nyawa melayang. Orang rela saling bunuh-bunuhan demi cinta.

Cinta itu perjuangan. Cinta itu butuh perjuangan, cinta butuh diungkapakan, bukan untuk dipendam dalam hati saja karena kalau dipendam terus bisa berubah jadi kanker cinta yang berdampak bikin orang menjadi gila.

Apa pun itu, cinta memang membingungkan, rumit, butuh proses, berbahaya, butuh perjuangan, dan seperti tembelek. Cinta itu semakin dicari semakin tidak ditemukan karena cinta itu adanya di dalam lubuk hati. Ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan karena tiada satu pun yang didapat.
 

My Online Book of Dreams Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez