Minggu, 31 Maret 2013

Perempuan yang Menunggu Senja

Diposting oleh Gasita P. Sari Utami di 22.36

Malam itu..
Dan tepatnya malam minggu di bulan Desember 2011, aku diajak oleh salah satu temanku untuk bermalam minggu bersama-sama.

Di sinilah aku mengenalnya, di sinilah aku mulai mencintainya, dan mungkin bisa dibilang aku merasakan cinta pada pandangan pertama. Di malam itu aku dan dia mengenakan pakaian berwarna yang sama, putih. Iya aku sangat menyukai warna putih. Malam itu ia menyebutkan namanya sambil menjabat tanganku. Aku masih ingat sekali malam itu. “Hai, aku Bagas. Kamu siapa?” “Aku Maudy.”. Ya perkenalan singkat itu akan selalu aku ingat sampai kapan pun.

Tetapi.. Semenjak malam minggu itu aku tak pernah melihatnya lagi.

***

Dan pada akhirnya di sebuah acara ulang tahun temanku, aku bertemu dengannya lagi. Aku dan dia duduk di meja bersebelahan, dia mengenakakn kaos hitam, tampan sekali oh tuhan..

Dan pada suatu malam tepat jam 12 sehabis malam minggu, tiba-tiba ada sebuah chat yang masuk di Facebookku, aku tak menyangka itu dari Bagas, aku sama sekali tak menyangka ia meminta nomorku, dan mulai malam itu pula aku dan dia berkomunikasi melalui handphone.. Senangnya jika aku mengingat itu.

Oh iya.. Aku bahkan lupa satu hal. Di sisi kebaikannya dia kepadaku, dia sudah memiliki seseorang yang sangat ia cintai. Ah seandainya itu aku, tapi itu hanya angan-anganku saja, dan aku berharap mungkin saja suatu saat nanti aku juga bisa menjadi seseorang yang ia cintai, yang ia sayangi, dan selalu ia butuhkan.

***

Aku masih ingat siapa orang yang pertama kali aku invite di BBM (BlackBerry Messanger) dan siapa yang pertama kali ngeBBM aku jam 5 pagi, yaitu Bagas. Aku masih ingat itu. Semenjak itu aku dan dia dekat walaupun dia sudah ada yang punya.

Aku selalu menunggunya, selalu menunggunya kapan ia putus dengan kekasihnya, Tiara, selalu menunggunya agar ia bisa melupakan kenangan-kenangan yang telah ia jalin bersama pasangannya dulu, dan aku selalu menunggunya kapan ia menjadi milikku.

Dan pada suatu malam, ada sebuah BBM, ternyata BBM darinya.
"Aku putus sama Tiara."
Di situasi seperti ini aku tak tau aku harus senang atau sedih. Aku senang karena aku mendapat kesempatan untuk menjadi kekasihnya, tetapi aku sedih karena melihatnya sedih, aku tau ia masih sayang kepada masa lalunya itu. Aku tau itu dan aku mengerti perasaan seseorang yang baru saja ditinggal oleh kekasihnya, dan rasanya itu.. sakit.

***

Semenjak itu, kami lebih dekat, dekat, dan dekat. Aku berharap lebih dari kedekatan kami berdua itu. Dan semoga ia juga berharap seperti apa yang aku harapkan itu.

Dan pada suatu saat dia menanyakan pertanyaan yang membuat aku bingung harus menjawab apa, "Kamu lagi suka sama siapa mod?" aku bingung, iya aku bingung harus menjawab apa, rasanya ingin jujur tetapi malu, ingin jujur tetapi takut kalau dia ilfeel sama aku, tetapi ada kemungkinan jika aku jujur mengungkapkan perasaan ini untuknya, dia juga mengungkapkan perasaannya kepadaku. Lalu aku hanya bisa membalas bbm-nya seperti ini, "Emang kenapa? Kalau kamu lagi suka sama siapa?" dia tak memberi tahu dia lagi suka sama siapa, aku pun tak memberi tahunya, aku hanya membaca bbmnya tak membalasnya karena pada saat itu aku kesal pertanyaan yg selalu ia tanyakan sepertinya memaksaku untuk berkata "Aku suka kamu".

Dan pada akhirnya aku bikin personal message di BBM "KAMU" lalu dia ngebm aku lagi, "personal message-mu itu kok nyambung ya sama pembicaraan kita di BBM. Kamu suka sama aku?" aku bingung harus menjawab apa dan aku pun hanya bisa membalas bbmnya dia, "Hah? Hm.." "Udah jujur aja Maudy, kamu suka kan sama aku?” lalu bbmnya Bagas tidak aku balas karena aku malu untuk mengungkapkan perasaanku kepada lelaki yang selama ini aku cintai. Lalu Bagas ngebm aku lagi “Sebenernya aku juga nyaman ada di deketmu mod, tapi aku masih nyimpen perasaan untuk tiara, aku berharap kamu bisa ngilangin rasa sayangku perlahan untuk dia" YaAllah rasanya di bbm kaya gitu itu seneng pake banget.

***

Pendaftaran SMA pun tiba..........
Kami mendaftarkan diri ke SMA yang sama. Malam sebelum pendaftaran SMA, Bagas mengajak aku untuk mendaftarkan diri bersama-sama besok pagi tetapi aku berbohong kepadanya, aku bilang aku daftar bersama temen-temenku padahal aku daftar sama mamaku, aku malu tuhan mendaftarkan diri bareng dia, lalu dia marah karena aku menolak ajakannya itu. YaAllah sedihnya kalau dia marah.

Besok pagi, aku dan mama berangkat menuju SMA yang aku minati lalu aku mendaftarkan diri, setalah pulang pendaftaran aku langsung pulang ke rumah bersama mama. Tiba-tiba ada bbm dari Bagas, “Kamu lagi dimana mod? Main ke rumah Anggi sinih.” Senangnya diajak main bersama teman-temannya dia. Lalu aku menjawab “Iya, tunggu ya”. Sesampainya di rumah anggi ternyata di sana hanya ada Bagas dan Anggi, ya mereka hanya berdua. Setelah sekian lama kami bertiga mengobrol, tiba-tiba Anggi menanyakan sesuatu ke Bagas “katanya lagi marah sama Maudy?” lalu Bagas pun menjawab “Iya abisnya si Maudy ngebahas mantanku melulu” lalu aku pun hanya bisa meminta maaf kepada Bagas. Aku tau si Bagas tipe orang yang tidak suka membahas orang-orang di masa lalunya, entah mengapa. Tiba-tiba si Ali datang dengan motor matic kesayangannya.

Ali datang dengan muka kelaparan lalu dia langsung minta makanan ke Anggi. Berhubung di Rumah Anggi tidak ada makanan, akhirnya kami memasak. Yang masak makanannya yaitu aku dan Bagas. Ya kami berdua memasak bersama di dapurnya Anggi hanya berdua, bahagianya hatiku saat itu karena aku bisa berduaan dengan orang yang selama ini aku suka. Setelah selesai memasak untuk Ali dan Bagas, akhirnya mereka makan. Ali makan di teras. Sedangkan Bagas makan di ruang tamu dan aku menemaninya makan walaupun aku hanya melihatnya makan. Sedangkan Anggi menonton televisi di ruang keluarga. Ya entah mengapa hari itu aku selalu berdua dengannya di rumahnya Anggi. Senang sekali rasanya. Setelah itu kami semua pulang ke rumah masing-masing.

****

Pengumuman siswa baru pun tiba..
Ya di papan pengumuman tersebut ada 2 nama yang tidak asing bagiku, yaitu Maudy Ayu Azzahra dan Bagas Satria. Alhamdulillah, aku dan Bagas diterima di SMA yang sama. Si Ali pun diterima di SMA yang sama dengan aku dan Bagas.

***

Hari pertama di sekolah baru akhirnya tiba. Dimana kita menemukan teman-teman baru, kakak kelas baru, guru-guru baru, dan kehidupan yang baru pula. Aku masuk di kelas X-B dan Bagas masuk di kelas X-D, beda 2 kelas. Hari pertama masuk sekolah, kakak pengampuh kelas lalu menuliskan barang-barang untuk keperluan hari berikutnya yaitu masa-masa disiksanya para siswa baru yang disebut Masa Orientasi Siswa. Barang-barang yang harus dibawa ternyata cukup banyak juga.

Pulang sekolah aku menerima bbm dari bagas, “Bikin keperluan MOS bareng yuk mod” “Yuk” “Nanti malam temenin aku beli barang-barang kelengkapan MOS ku ya mod, kamu udah lengkap semua barang-barangnya? Atau ada yang belum dibeli?” “Cuma kurang bando kok gas”.

***

Malamnya, aku dan Bagas pergi bersama untuk mencari dan membeli keprluan MOS. Ya malam itu, dan tepatnya malam minggu. Malam minggu dimana para remaja banyak yang pergi untuk kencan bersama keaksih kesayangannya. Dan malam itu pula aku dan Bagas seperti sepasang seorang kekasih. Tetapi kenyataannya berbeda, aku dan dia hanya sebatas teman, iya teman, menyakitkan memamg.

Kami ke toko acessoris untuk membeli bando untuk masa-masa penyiksaan siswa tersebut. Aku membeli bando warna merah dan bagas membeli bando warna biru, aku tak bisa membayangkannya jika Bagas memakai bando tersebut, pasti lucu sekali mukanya. Setelah itu kamu memutari kota untuk mencari “buah kembar yang berdempetan” entah buah apa itu. Bagas kelelahan mencarinya. Dan tiba-tiba hujan rintik-rintik pun datang membasahi aku dan Bagas. Bagas menanyakan kepadaku “Kamu kedingininan ga?” “Iya” “Makanya pake jaket ya kalau pergi malem gini” “Males pake jaket gas” “Itu kenapa tangannya kok digenggem gitu? Pasti bener-bener kedinginan ya? Kamu udah makan belum?” “Belum gas” “Cari makan yuk mod” “Yuk!” dan akhirnya kamu berdua makan di rumah makan dekat rumahku.

Setelah selesai makan, bagas mengantar aku pulang walaupun belum dapat buah aneh itu. Sesampainya di rumahku, kami berdua mengobrol banyak hal di teras rumah yang penuh dengan angin malam yang membuat seluruh tubuhku terasa kaku. Dia duduk di sebelahku. Lelaki yang aku cintai duduk di sebelahku dan di teras rumahku, ya, kami benar-benar seperti sepasang kekasih. Setelah satu jam mengobrol di teras rumah, akhirnya Bagas pulang ke rumahnya sendiri. Malam itu, malam yang tak akan pernah terlupakan bagiku, malam itu menyenangkan, sangat menyenangkan.

***


Setelah sekian lama kami dekat dan sekian lama aku meunggunya tetapi aku tak kunjung diminta untuk menjadi kekasihnya, menyedihkan dan menyakitkan sekali. Aku selalu memunggunya, dan akan selalu menunggunya. Karena menurutku dia lah yang cocok untuk hatiku ini, hatiku yang rapuh ini. Dia yang selalu memperhatikan aku, dia yang selalu mengerti, baik sekali.

***

Sedih sekali jika orang yang selama ini kita cintai kita sayang dan yang selalu kita puja ternyata jalan bersama orang lain. Ya, aku tak tau mengapa tiba-tiba akhir-akhir ini aku dan Bagas sudah jarang berkomunikasi lagi, Bagas jarang menghubungiku lagi, sedih sekali. Dan pada suatu sore, aku, Mitha, dan Sisca bermain bersama, kami nongkrong di tempat biasa, Seven Eleven. Sesudah nongkrong, aku pulang ke rumah duluan karena ada suatu urusan yang harus diselesaikan bersama keluargaku. Tiba-tiba ada sms dari Mitha, “Tadi aku lihat Bagas jalan sama Dewi”. Ya tuhan baca sms tersebut rasanya hati ini hancur berkeping-keping seperti gelas jatuh dari tempatnya.

Malam berikutnya, ternyata Bagas meminta Dewi untuk menjadi kekasihnya. Sakit sekali jadi seorang Maudy Ayu Azzahra yang hanya diberi harapan palsu oleh seorang Bagas Satria yang tampan, seorang lelaki idaman wanita. Aku turut senang atas hubungan mereka walaupun sebenarnya aku sedih, aku sakit mendengar berita tersebut. Ternyata mungkin selama kedekatan aku dan Bagas aku hanya sebagai pelampiasan penghilang rasa sayangnya ke Tiara.

***

Terima kasih ya Bagas. Kau telah mampu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama malam itu. Kau telah mampu membuatku cinta dan sayang sekali kepadamu. Terima kasih atas kenangan-kenanga kita yang selama ini kita jalani bersama walaupun kita tak ada hubungan spesial, dan hanya sebatas seorang teman, tidak lebih dari itu. Terima kasih juga kau telah menyakiti hatiku, merobek hatiku, menghancurkan hatiku, yang utuh hingga hancur seperti saat ini. Mengapa kau begitu tega menyakitiku? Kau jahat sekali.

Akulah si gadis yang selalu menunggu senja, ya matahari terbenam, karena matahariku kini telah terbenam, matahari itu sudah tidak ada lagi di sisiku kini. Iya kamu seperti matahari, terkadang menyinari hari-hariku tetapi kamu juga menggelapakan hari-hariku. Terima kasih ya atas semuanya. Aku sayang kamu, Bagas.

0 komentar:

Posting Komentar

 

My Online Book of Dreams Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez